UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA'24
Mapel kedua dihari kedua adalah bahasa indonesia. Untuk ujian praktik bahasa indonesia kami diberi tugas untuk menulis satu cerita inspiratif. Ketentuan yang diberikan pada saat uprak bahasa indonesia ini adalah siswa tidak boleh melihat buku dan handphone akan dikumpulkan saat ujian praktik berlangsung. Siswa harus duduk sesuai nomor urut absen.
Penguji ujian praktik bahasa indonesia adalah ibu Pujiatun, M.Pd.
Untuk mapel bahasa indonesia saya menulis cerita inspiratif yang berjudul ''Disa Si Buruk Rupa''. Cerita yang saya tulis ini menceritakan tentang seorang anak bernama Disa, ia adalah siswi berprestasi disekolahnya, Disa juga memiliki banyak teman. Tetapi Disa memiliki wajah yang buruk rupa sehingga banyak juga yang sering membully nya, oleh karena itu Disa sering merasa tidak percaya diri.
Saat sedang beristirahat disekolahnya ada salah satu anak yang terkenal nakal datang menghampiri Disa dan mengolok - olok Disa. Hal itupun membuat Disa merasa insecure atau tidak percaya diri. Ia terus memikirkan perkataan anak nakal itu. Saat sudah dirumah Disa juga masih memikirkan perkataan anak itu tadi. Ibu Disa menyadari akan hal ini, lalu ibu menanyakan kepada Disa tentang apa yang telah terjadi. Disa tidak menjawab pertanyaan ibunya, ia malah menanyakan kembali kepada ibunya apakah dirinya memiliki wajah yang buruk rupa. Setelah mendengar pertanyaan anaknya itu, ibu pun mulai mengetahui apa yang telah terjadi pada Disa. Ibu berkata semua manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing, tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, tetapi semua manusia memiliki kedudukan yang sama dimata Tuhan karena Tuhan lah yang menciptakan manusia dalam bentuk sebaik - baiuknya. Setelah mendengar nasihat ibu, Disa pun mulai tersadar dan mulai untuk tidak memikirkan perkataan orang lain karena itu hanya membuang waktunya saja.
Diatas adalah inti dari cerita inspiratif yang saya tulis pada saat mengerjakan ujian praktik bahasa indonesia.
0 Komentar